Tema Bimtek
Ikuti Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI 2027–2028 Terbaru
Ikuti Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI 2027–2028 Terbaru
Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI adalah pelatihan yang membahas proses penyusunan laporan keberlanjutan berdasarkan standar Global Reporting Initiative (GRI). Program ini membantu organisasi mengidentifikasi dampak ekonomi, lingkungan, dan sosial, menentukan topik material, mengumpulkan data, serta menyajikan informasi keberlanjutan secara terstruktur dan transparan.
Pada periode 2027–2028, kemampuan menyusun laporan keberlanjutan menjadi bagian penting dari penguatan tata kelola dan akuntabilitas organisasi. Melalui pelatihan ini, peserta mempelajari tahapan pelaporan, pemetaan indikator, dan penyajian informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kepada pemangku kepentingan.
Apa Itu Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI?
Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI merupakan kegiatan pembelajaran teknis mengenai penyusunan laporan keberlanjutan dengan mengacu pada standar yang diterbitkan oleh Global Reporting Initiative. Standar GRI menyediakan kerangka pengungkapan bagi organisasi untuk melaporkan dampak aktivitasnya terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia, termasuk hak asasi manusia.
Dalam pelatihan ini, peserta mempelajari hubungan antara strategi keberlanjutan, proses identifikasi dampak, penentuan topik material, indikator pengungkapan, hingga penyusunan narasi laporan. Pembahasan juga mencakup pengumpulan data dari unit kerja, pemeriksaan konsistensi informasi, dan dokumentasi bukti pendukung.
Pelatihan Sustainability Report GRI dapat diterapkan pada organisasi yang ingin meningkatkan kualitas komunikasi kinerja keberlanjutan. Materi perlu disesuaikan dengan karakteristik sektor, skala organisasi, kebutuhan pemangku kepentingan, serta standar yang berlaku ketika laporan disusun.
Mengapa Pelatihan Sustainability Report GRI Penting bagi Organisasi?
Laporan keberlanjutan bukan sekadar dokumen publikasi tahunan. Laporan ini menjadi sarana organisasi untuk menjelaskan dampak kegiatan operasional, kebijakan, pengelolaan risiko, dan upaya perbaikan kepada pemangku kepentingan. Penyusunannya membutuhkan koordinasi lintas fungsi agar informasi yang disampaikan konsisten dan memiliki dasar data yang jelas.
Melalui pelatihan ini, organisasi dapat memperoleh beberapa manfaat berikut:
-
Meningkatkan pemahaman standar: Peserta memahami struktur GRI Universal Standards, Sector Standards, dan Topic Standards serta cara menggunakannya sesuai kebutuhan pelaporan.
-
Mengidentifikasi topik material: Organisasi dapat memetakan dampak paling signifikan terhadap ekonomi, lingkungan, dan manusia.
-
Memperbaiki kualitas data ESG: Peserta mempelajari pengumpulan, pemeriksaan, dan dokumentasi data lingkungan, sosial, serta tata kelola.
-
Memperkuat transparansi: Informasi yang disajikan secara terstruktur membantu pemangku kepentingan memahami kinerja keberlanjutan organisasi.
-
Meningkatkan koordinasi internal: Unit operasional, keuangan, SDM, lingkungan, dan manajemen dapat menyelaraskan kontribusi data.
-
Mendukung evaluasi kinerja: Informasi dalam laporan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perencanaan program keberlanjutan berikutnya.
Manfaat tersebut akan lebih optimal apabila organisasi memiliki penanggung jawab data, mekanisme verifikasi, dan komitmen manajemen dalam proses pelaporan.
Materi Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI 2027–2028
Materi dirancang untuk memberikan pemahaman dari tahap persiapan sampai penyusunan laporan. Pembelajaran juga memperhatikan perkembangan standar GRI yang relevan dengan periode pelaporan 2027–2028, termasuk standar perubahan iklim dan energi yang berlaku mulai 1 Januari 2027.
Ruang lingkup materi yang dapat dibahas meliputi:
-
Konsep dan prinsip sustainability reporting — memahami tujuan, manfaat, dan prinsip dasar pelaporan keberlanjutan.
-
Pengenalan struktur GRI Standards — mempelajari GRI Universal Standards, Sector Standards, dan Topic Standards.
-
GRI 1, GRI 2, dan GRI 3 — memahami persyaratan pelaporan, pengungkapan umum, serta proses penentuan topik material.
-
Identifikasi dampak dan pemangku kepentingan — memetakan dampak organisasi dan pihak yang berkepentingan terhadap aktivitas organisasi.
-
Materiality assessment — menentukan topik material berdasarkan dampak ekonomi, lingkungan, dan manusia.
-
Pengumpulan data ESG — mengidentifikasi sumber data, indikator, bukti pendukung, dan penanggung jawab setiap informasi.
-
Pengungkapan lingkungan dan sosial — membahas topik seperti energi, emisi, air, limbah, keanekaragaman hayati, ketenagakerjaan, dan hak asasi manusia sesuai relevansi.
-
Pengungkapan tata kelola dan kebijakan — menyusun informasi mengenai struktur tata kelola, kebijakan, etika, dan pengawasan organisasi.
-
Penyusunan GRI Content Index — mengorganisasikan indeks isi agar pengungkapan dapat ditelusuri oleh pembaca.
-
Penyusunan dan evaluasi laporan — menyusun narasi, memeriksa konsistensi data, dan mengevaluasi kelengkapan laporan sebelum dipublikasikan.
Materi teknis dapat disesuaikan dengan sektor organisasi. Untuk laporan yang diterbitkan mulai 2027, peserta juga perlu memahami penerapan GRI 102: Climate Change 2025 dan GRI 103: Energy 2025 sesuai ruang lingkup pengungkapan yang relevan.
Siapa yang Perlu Mengikuti Bimtek Penyusunan Sustainability Report?
Penyusunan laporan keberlanjutan melibatkan berbagai fungsi organisasi. Karena data yang dibutuhkan tidak hanya berasal dari satu unit, pelatihan sebaiknya diikuti oleh personel yang terlibat dalam pengelolaan operasional, pelaporan, pengawasan, dan pengambilan keputusan.
Kelompok peserta yang relevan antara lain:
-
Direksi dan manajemen perusahaan, untuk memahami fungsi laporan keberlanjutan dalam tata kelola dan strategi organisasi.
-
Divisi sustainability atau ESG, sebagai koordinator penyusunan dan pemantauan kinerja keberlanjutan.
-
Divisi corporate secretary dan hubungan investor, untuk mendukung komunikasi informasi kepada pemangku kepentingan.
-
Divisi keuangan dan akuntansi, untuk menyiapkan data ekonomi dan informasi pendukung laporan.
-
Divisi lingkungan dan K3, untuk mengelola data lingkungan, energi, emisi, limbah, dan keselamatan kerja.
-
Divisi SDM dan umum, untuk mendukung pengumpulan informasi ketenagakerjaan dan aspek sosial.
-
Tim audit internal dan manajemen risiko, untuk membantu pemeriksaan konsistensi informasi serta pengendalian proses pelaporan.
-
BUMN, BUMD, dan organisasi sektor publik, yang membutuhkan penguatan tata kelola dan pelaporan dampak keberlanjutan.
Pelatihan dapat diikuti oleh organisasi dari berbagai sektor, dengan penyesuaian materi berdasarkan karakteristik kegiatan dan kebutuhan pelaporannya.
Paket dan Fasilitas Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI
Penyelenggaraan pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, mulai dari pembelajaran pengenalan standar hingga praktik penyusunan kerangka laporan. Sebelum kegiatan dilaksanakan, penyelenggara dan peserta perlu menyepakati ruang lingkup materi, durasi, metode, serta kebutuhan data atau studi kasus.
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Materi pelatihan | GRI Standards, ESG, materiality assessment, pengumpulan data, dan penyusunan laporan |
| Narasumber atau instruktur | Disesuaikan dengan kompetensi dan pengalaman pada topik keberlanjutan |
| Metode pembelajaran | Presentasi, diskusi, tanya jawab, studi kasus, dan latihan penyusunan |
| Durasi | Disesuaikan dengan cakupan materi dan kebutuhan peserta |
| Lokasi | Dapat dibahas sesuai kebutuhan organisasi |
| Dokumen pembelajaran | Materi pelatihan dan bahan pendukung sesuai paket yang disepakati |
| Biaya kegiatan | Berdasarkan jumlah peserta, durasi, lokasi, dan fasilitas yang diminta |
Organisasi dapat mengajukan kebutuhan pelatihan secara khusus agar pembahasan lebih relevan dengan sektor usaha dan kondisi operasionalnya. Untuk periode 2027–2028, materi juga perlu diperbarui mengikuti perkembangan standar GRI yang berlaku pada saat laporan disusun.
Materi terkait: Training Laporan CSR Profesional untuk Sustainability Report yang Berkualitas
Pertanyaan Umum tentang Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI
1. Berapa biaya Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI?
Biaya pelatihan disesuaikan dengan jumlah peserta, durasi kegiatan, lokasi, metode pelaksanaan, dan fasilitas yang dibutuhkan. Organisasi dapat mengajukan permintaan penawaran untuk memperoleh rincian biaya berdasarkan kebutuhan program.
2. Apakah pelatihan dapat disesuaikan dengan sektor usaha?
Ya. Materi dapat disesuaikan dengan karakteristik industri, aktivitas operasional, dan dampak keberlanjutan organisasi. Penyesuaian ini membantu peserta memahami standar sektor dan topik pengungkapan yang relevan.
3. Apakah tersedia jadwal pelatihan tahun 2027–2028?
Jadwal pelaksanaan dapat dikonfirmasi kepada penyelenggara. Organisasi dapat mengajukan rencana waktu kegiatan agar penyusunan agenda, jumlah peserta, dan kebutuhan materi dapat dibahas lebih lanjut.
4. Apakah pelatihan dapat dilaksanakan secara daring atau tatap muka?
Metode pelaksanaan dapat dibicarakan sesuai kebutuhan organisasi. Pelatihan tatap muka dapat mendukung diskusi dan latihan kelompok, sedangkan metode daring dapat menjadi alternatif bagi peserta dari lokasi berbeda.
5. Apa perbedaan GRI Universal Standards, Sector Standards, dan Topic Standards?
GRI Universal Standards berlaku untuk seluruh organisasi yang menyusun laporan berdasarkan GRI Standards. GRI Sector Standards membantu organisasi mengidentifikasi dampak yang kemungkinan relevan pada sektor tertentu, sedangkan GRI Topic Standards menyediakan pengungkapan untuk topik tertentu seperti energi, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.
Narasumber dan Instruktur
Narasumber dan instruktur Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan pelaporan keberlanjutan, pengelolaan ESG, dan penerapan standar GRI.
Kualifikasi yang perlu diperhatikan antara lain:
-
Memahami prinsip dan struktur GRI Standards.
-
Menguasai proses identifikasi dampak dan penentuan topik material.
-
Memiliki pemahaman mengenai indikator lingkungan, sosial, dan tata kelola.
-
Mampu menjelaskan proses pengumpulan, pemeriksaan, dan dokumentasi data keberlanjutan.
-
Berpengalaman dalam penyusunan atau evaluasi laporan keberlanjutan.
-
Mampu membimbing peserta melalui studi kasus dan latihan penyusunan laporan.
Penetapan narasumber dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian keahlian terhadap kebutuhan peserta. Informasi nama dan profil narasumber dapat disampaikan setelah dikonfirmasi oleh penyelenggara.
Informasi Pendaftaran Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI
Organisasi yang ingin meningkatkan kompetensi tim dalam penyusunan laporan keberlanjutan dapat menghubungi penyelenggara untuk memperoleh informasi program dan penawaran kegiatan.
Informasi pendaftaran:
-
Narahubung: Erik
-
Telepon/WhatsApp: 0851-1104-6439
-
Email: info@prain.co.id
-
Program: Bimtek Penyusunan Sustainability Report Berstandar GRI 2027–2028
-
Informasi yang disampaikan: Nama instansi atau perusahaan, jumlah peserta, sektor usaha, kebutuhan materi, dan rencana waktu pelaksanaan.
Sampaikan kebutuhan organisasi agar materi dan agenda pelatihan dapat disusun secara relevan. Persiapan yang tepat akan membantu tim memahami standar GRI sekaligus memperkuat proses pengumpulan dan penyajian informasi keberlanjutan.
Dokumentasi kegiatan

Pelatihan Sustainability Report GRI dalam penyusunan laporan keberlanjutan

Penyusunan laporan keberlanjutan berdasarkan indikator ESG dan GRI Standards